Asuransi jiwa berjangka Vs Asuransi Jiwa seumur hidup

Asuransi jiwa berjangka Vs Asuransi Jiwa seumur hidup

Semakin kompleksnya kebutuhan masyarakat di zaman modern ini, menuntut asuransi menjadi lebih flexible dengan menawarkan beragam produk yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Karenanya, masyarakat pun diminta semakin cerdas dan kritis dalam memilih produk asuransi yang tepat untuk mereka, apalagi untuk perlindungan semacam asuransi jiwa. Melakukan perbandingan asuransi jiwa memang diperlukan untuk menemukan jenis asuransi jiwa yang paling tepat untuk anda dan keluarga.

Lalu manakah yang lebih menguntungkan, asuransi jiwa berjangka atau asuransi jiwa seumur hidup?

Asuransi jiwa berjangka (term life insurance)

Sesuai dengan namanya, produk asuransi jiwa berjangka melindungi pemegang polis dalam jangka waktu tertentu, seperti 10, 20 tahun atau menggunakan batas usia tertentu. Asuransi jiwa jenis ini, harus diperpanjang atau diperbaharui di akhir masa kontrak apabila pemegang polis masih menginginkan perlindungan dari perusahaan asuransi.

Kelebihan asuransi jiwa berjangka:

  • Premi lebih murah jika dibandingkan dengan asuransi jiwa seumur hidup. Hal ini dikarenakan, asuransi jiwa berjangka tidak memiliki nilai tunai.
  • Premi tetap. Asuransi jiwa berjangka biasanya menggunakan premi flat atau tetap selama kontrak berlaku.
  • Pemegang polis dapat menentukan besar premi yang dibayar setiap bulannya, dengan syarat tidak lebih rendah dari batas minimum yang telah ditetapkan perusahaan.
  • Uang pertanggungan yang cukup besar dan bisa mencapai miliar rupiah.

Kekurangan asuransi jiwa berjangka:

  • Klaim hanya dapat diajukan satu kali selama kontrak aktif.
  • Premi yang telah dibayar oleh tertanggung dapat hangus begitu saja, apabila tertanggung tidak meningga dunia dan ahli warisnya tidak mengajukan klaim hingga masa aktif asuransi berakhir.

 

Butuh Pinjaman Dana Cepat? CekAja Disini!

Asuransi jiwa seumur hidup (whole life insurance)

Sesuai dengan namanya, asuransi jiwa yang satu ini memberikan perlindungan kepada pemegang polis seumur hidup mereka, atau maksimal hingga usia 100 tahun. Asuransi jiwa seumur hidup lebih disarankan kepada mereka yang telah berusia lanjut atau sekitar 40 tahun ke atas. Seperti fungsi asuransi jiwa pada umumnya, asuransi jiwa seumur hidup berfungsi melindungi ahli waris apabila si pemegang polis tiada nantinya.

Kelebihan asuransi jiwa seumur hidup:

  • Pembayaran premi yang fleksibel. Dengan menggunakan asuransi jiwa seumur hidup anda dapat memilih lama pembayaran premi yang anda inginkan, missal 10 atau 20 tahun. Namun anda tidak perlu khawatir karena perlindungan yang anda dapatkan tetap perlindungan seumur hidup.
  • Premi dapat uangkan kembali. Baik pemegang polis mengajukan klaim atau pun tidak, premi yang telah dibayarkan dapat diuangkan kembali setelah jangka waktu tertentu. Jadi, anda tidak perlu khawatir, uang anda akan hangus begitu saja.
  • Premi tetap. Sama seperti asuransi jiwa berjangka, asuransi jiwa seumur hidup pun menetapkan jumlah premi flat atau tetap selama kontrak aktif.

Kekurangan asuransi jiwa seumur hidup:

  • Premi asuransi jiwa seumur hidup jauh lebih mahal dibandingkan asuransi jiwa berjangka.
  • Jika menggunakan premi fleksibel yang dibayar dalam kurun waktu tertentu, anda harus melalui pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan karena pihak asuransi tidak ingin menanggung risiko penyakit yang dimiliki oleh pemegang polis.

Demikian perbandingan asuransi jiwa berjangka dan asuransi jiwa seumur hidup. Semoga dapat membantu anda memilih jenis asuransi yang paling tepat untuk melindungi anda dan keluarga. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut seputar asuransi jiwa silahkan buka https://www.cekaja.com/asuransi-jiwa. Sekian.

 

Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *